pembenihan cabai rawit

19 Februari 2009

1. Pemeliharaan Tanaman
Kegiatan pokok pemeliharaan tanaman cabai rawit adalah :
1. Penyulaman
Penyulaman adalah mengganti tanaman yang pertumbuhannya tidak normal, terserang hama dan penyakit atau mati dengan yang baru. Waktu penyulaman kurang lebih 7 HST, supaya pertumbuhannya dapat seragam dan memudahkan pemeliharaan.
2. Pengajiran
Pemasangan ajir sebaiknya dilakukan pada saat bibit belum tumbuh lanjut sehingga tidak mengganggu perakarannya, cara pemasangannya cukup ditancapkan pada jarak kurang lebih 10 cm dari batang utama. Batang cabai dan ajir lalu diikat dengan rafia, bila digunakan jenis tali lain, dipilih yang permukaannya halus sehingga tidak melukai batang cabai
3. Pemupukan
Pemupukan merupakan bagian yang terpenting dalam kegiatan pemeliharaan tanaman, karena dengan pemberian pupuk dapat menambah unsure hara dan memenuhi kebutuhan zat makanan bagi tanaman cabai rawit, pemupukan dilakukan 3 kali aplikasi. Selain pemberian pupuk juga diberi Zat Pengantur Tumbuh (ZPT). ZPT merupakan senyawa kimia, baik yang dibentuk tanaman. Zat ini bukan termasuk nutrisi, melainkan zat yang membuat perubahan fisiologis pada pertumbuhan.
4. Pengairan
Pengairan sebaiknya dilakukan sebelum pemupukan agar pupuk mudah larut yaitu dengan cara membendung saluran drainase agar paritan-paritan kecil tergenang dengan 7-10 hari sekali, selain dengan irigasi teknis yang hanya dengan mengairi bagian bawah tanaman, maka dilakukan penyiraman pada bagian atas tanaman dengan cara mengambil air dari irigasi di paritan menggunakan gayung lalu disiramkan ke bagian atas tanaman.
5. Penyiangan dan penggemburan tanaman
Gulma yang tumbuh di sekitar tanaman cabai rawit harus dilakukan penyiangan dan kemudian dilakukan penggemburan tanah bersama dengan perbaikan parit. Waktu penyiangan dilakukan pada saat tanaman berumur 15 HST, dan seterusnya,
6. Pengendalian hama dan penyakit
Tanaman cabai rawit tergolong tanaman yang tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Contoh hama penyakit yang menyerang pada tanaman cabai rawit adalah : Hama penyerang keriting daun, yaitu aphid, trip, atau kepik dengan sosok bulat, punggung (sayapnya) merah bertotol hitam, hama penyebab busuk buah (lalat buah) dll.
Penyakit cabai rawit yang tampak menonjol di lapangan yaitu : Penyakit layu, penyakit kerdil daun, kerdil tanaman, keriting daun. Sementara penyakit yang menyerang buah adalah penyakit buah. Biasanya penyakit banyak ditemui saat musim hujan terutama saat curah hujan sangat tinggi.
7. Seleksi atau rouging
Roguing harus dilakukan dengan memeriksa keragaman tanaman sepanjang pertumbuhan (Vegetatif dan generative). Tanaman tipe simpang harus segera dicabut. Roguing dilakukan sejak tanaman masih dipersemaian. Roguing pertanaman di lapangan dilakukan pada fase vegetative, fase berbunga (umur tanaman 45-60 hari setelah pemindahan tanaman) dan fase berbuah (umur tanaman 70-90 hari setelah pemindahan tanam). Hal yang perlu diperhatikan ketika roguing meliputi tipe pertumbuhan tanaman, bentuk daun, permukaan daun, bulu pada batang, bentuk buah dan warna buah.

Hello world!

16 Februari 2009

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.